Saat ini RUU APP hendak dimajukan lagi oleh kalangan konservatif Indonesia.
Banyak anggota dan kelompok masyarakat bebas dan sekuler yang tidak setuju dan sangat resah oleh rencana tersebut.
Beberapa waktu yang lalu banyak bergejolak protes penolakan yang cukup bersifat masif untuk menolak RUU tersebut. Namun demikian, setelah ada jeda redam sejenak, kini RUU tersebut hendak dimajukan lagi secara menyelinap-nyelinap, dengan perubahan konten yang sifatnya minor saja.
tentu saja hal ini merupakan hasil kerja dari sikap tidak terpuji dari kaum konservatif fundamentalistik. Dengan segenap tenaga dan upaya, mereka berjuang untuk mengontrol peri kehidupan masyarakat Indonesia. Mimpi mereka adalah mimpi kebenaran yang sempit, dengan tolok ukur yang sifatnya egosentris. Dengan keyakinan penuh, mereka hendak menjadikan Indonesia negeri yang moralistik.
Hal ini merupakan sebuah kemerosotan peradaban, karena sifat kehidupan masyarakat yang moralistik, dalam realitasnya adalah kehidupan yang bersifat fasistik, penuh dengan ancaman, kekerasan, teror, dan kemunafikan. Saya sungguh bergidik jika membayangkan terpaksa harus hidup di negeri sebrengsek itu.
Dengan lolosnya RUU, maka kebebasan dan sekulerisme di Indonesia sedang dihadapkan pada ujian berat. Oleh sebab itu saya mengajak seluruh masyarakat pecinta kebebasan, pluralisme, dan sekulerisme di Indonesia untuk bergerak secara lebih giat. Mari kita bersinergi untuk melawan/membendung terwujudnya apa yang selalu menjadi impian kaum konservatif dan fundamentalistik, yaitu kebenaran mutlak, keterkungkungan jiwa, dan diskriminasi.
jika impian mereka terwujud, maka bangsa ini akan rusak. Bangsa ini akan merosot dalam khasanah peradaban dunia.
Oleh karena itu, saya berjuang dengan sepenuh hati saya, dengan Jaringan Kerja Anti Sensor ini, dan mengajak anda untuk bergabung dengan saya, menghubungi, serta melakukan kampanye bersama atau berjaringan. semua ini adalah demi terwujudnya Indonesia yang maju, modern, aman, sejahtera, berkeadilan, sekuler, dan bebas.
Ayo kita galang bersama usaha maksimal untuk membela kebebasan kita sendiri, juga demi orang-orang yang kita kasihi. tentu saja kita tak ingin anak cucu kita menjadi mangsa dari kaum konservatif tersebut.
Galang. Galanglah perjuangan.
Demi kebebasan.
Selasa, 20 November 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar