KITAB SERIBU CERMIN
OLEH BOEDHI MARGONO
boedhimargono@gmail.com
Inilah kitab cermin seribu
Seribu kitab cermin
Cermin seribu kitab
Juga cermin kitab seribu
Cermin dipecah adalah cermin
Cermin direkat adalah cermin
Saat dibubuk menjadi pasir
Demikianlah kita harus bercermin
Pada pasir
Remuk
Adalah
Sempurna
Kolam indah menjadi cermin
Meluangkan wajah yang bergoyang
Kenyataan memang harus bergoyang
Sebelum diguncang
Tidak ada benar dan salah yang abadi
Yang abadi adalah ketiadaan yang tiada juga
Kekuasaan yang menimbulkan kesalahan dan kebenaran
Hanya berumur sebersit
Kekuasaan harus dibasmi
Dibasmi karena ada kebenaran
Kebenaran berawal dari kekuasaan
Berakhir dengan kekuasaan
Berkuasa dengan nafsu
Dan berakhir dengan nafsu
Yang melawan nafsu adalah nafsu
Yang kalah oleh nafsu adalah nafsu
Yang ribut dengan nafsu
Ributlah saja
Kuda hitam bukan kuda hitam
Ia adalah bukan kuda
Ia adalah bukan hitam
Ia adalah bukan ia
Dan yang bukan ia adalah mungkin ia
Kuda adalah tipuan
Seperti troya pernah tertipu
Kebenaran pun adalah tipuan
Seperti kita selalu tertipu
Kita sang kota troya
Selalu tertipu oleh kebenaran dan kuda
Segala yang bisa dianggap mungkin
Jangan dianggap benar
Yang dianggap benar
Pastilah hanya kemungkinan
Cahaya bukan cahaya
Ia adalah tipuan dari kegelapan
Kegelapan bukanlah kegelapan
Ia adalah tipuan dari cahaya
Cahaya dan kegelapan selalu menipu
Maka hiduplah dalam keremangan
Pagi dan petang
Kabar dari langit
Kabar dari dewa
Kabar dari tuhan
Semesta adalah hukuman
Kabar dari kesalahan
Kabar dari norma
Segala kubur mereka yang disucikan
Oleh norma dan kemenangan
Semua ada batasnya
Hanya sesaat setelah sejarah terlupa
Zaman dilindas oleh alam
Yang tak mengenal dirinya sendiri sebagai alam
Alam bukan alam
Karena ia tak menyebutnya demikian
Ia adalah akhirat
Yang bersembunyi dalam perubahan
Semoga kebohongan bisa membuat orang-orang tertawa
Dalam kemengertian
Karena kebohongan yang diangap berhasil
Selalu membuat kagum dan takluk
Bukan tawa
Yang kecil
Adalah yang seharusnya menjadi dasar
Yang puncak
Semestinya adalah raksasa
Demikianlah agar struktur itu terguling
Dengan sendirinya
Raja dan presiden
Semuanya lalim
Karena ia menjadi nama
Yang bernamalah
Yang lalim
Yang tak bernama
Dialah yang dilalimi
Yang bernama
Tak layak disembah
Yang tak bernama
Hanya menyembah dirinya sendiri
Yang menyembah diri sendiri
Menyembah kesedihan
Yang menyembah mereka yang bernama
Adalah yang selalu mencari gembira
Mencari gembira
Pura-pura sedih
Pura-pura tergantung
Pada kehendak yang raksasa
Pura-pura
Sedemikian sedihnya
Tak ada kabar
Dari kehidupan
Tak ada kehidupan yang menuntut kehidupan
Hanya kematian yang menuntut kehidupan
Demikianlah kebenaran
Menuntut kesalahan
Dan dari semuanya
Kesalahan mengalir
Seperti anak sungai
Seperti ular
Yang meninabobokkan penguasa tunggal
Kekuasaan tunggal
Semestinya menjadi lalim
Segala yang lalim
Semestinya disanggah
Sanggahlah mereka yang lalim
Siapakah yang lalim?
Mengapa kekuasaan selalu lalim?
Segala yang lalim akan menjadi berkuasa
Segala yang berkuasa akan menjadi lalim
Kenapa kenyataan ini tak anda ketahui semua?
Kenapa kelaliman dan kekuasaan adalah seperti telur dan ayam?
Di dalamnya terdapat dasar dari kehidupan
Tetapi kehidupan yang mati
Kehidupan yang mati membutuhklan kematian-kematian
Demikianlah kebenaran bertahan hidup
Seperti drakula
Para mangsa dan budak seperti zombi
Zombie yang masih berdarah
Dan menyerah
Apakah menyerah berarti kalah?
Agaknya kekalahan adalah sebuah peristiwa lazim
Karena diantara pembunuh
Pasti ada mangsa yang pasrah untuk dibunuh
Di manakah cinta?
Di dalam batin
Di dalam kasih sayang
Di antara kebuasan
Di mana ada kebencian?
Di antara benci
Kebuasaan
Dan kelemahlembutan
Adalah inti
Ada
Di dalam gerak
Di mana ada gerak?
Dalam ketidakmengertian yang mendalam dan asli
Apakah keaslian?
Keaslian mungkin tidak ada
Hanya yang bukan asli
Yang bisa kita sebut
Dan kenali
Apakah ketidakaslian
Kebohongan
Keburukan
Kejahatan
Bisa diketahui?
Tidak
Hanya dengan menyebutkan kesedihan dan kegembiraan
Segala yang membuatnya
Adalah mereka
Demikianlah segala sesuatu adalah kebusukan?
Tidak
Karena siapa yang bisa menyebutkan seluruh dunia?
Dan menyebutkan segala sesuatu yang sudah usang
Adalah bukan asli?
Bahasa adalah keusangan yang setiap kali asli
Setiap kali adalah kebohongan
Tak ada maaf bagi keaslian
Tuhan,
Sambutlah namaku
Dalam hatiku
Masih ingatkah kau akan namaku?
Apakah sering kau menyebut diriku?
Jika engkau pelupa
Atau sibuk?
Kenapa tak kau akui ?
Kekuasaan adalah lupa
Yang berkuasa selalu lupa
Pasti lupa
Kekuasaan adalah lupa
Kebenaran berarti kekuasaan
Disanalah keduanya saling membelit
Dan semuanya adalah palsu
Palsukanlah sebaai keaslian
Di sana segalanya bisa dijual
Demi perut yang lapar
Dan hati yang emar akan harta dan kekuasaan
Tak ada gunanya berdebat untuk kebenaran
Kebenaran sudah usang
Seperti kain yang baru disulam
Oleh seribu bidadari
Keindahan adalah usang
Keburukan adalah yang bagus
Dan indah
Dan hebat
Dan perlu dicamkan dalam hati
Hati yang dimabuk oleh derma
Yang membuat pertapaan menjadi bencana
Di dalam perut ada kotoran
Di dalam otak ada kotoran
Dalam doa pun ada kotoran
Dalam kesucian
Kotoran menumpuk
Menjadi kesucian
Kesucian dicari
Kesucian berlalu
Kesucian bertalu-talu
Kebenaran dan kekucian
Demikianlah kekuasaan
Kekuasaan berarti kematian bagi yang lain
Tak layak untuk dibantah
Demikianlah dunia
Tak layak untuk disanggah
Demikianlah sejarah
Tak pernah tertidur
Berjuang melawan alam
Alam semesta seperti mandiri
Dan manusia juga seperti mandiri
Dan tuhan juga seperti tidak ada
Benarkah demikian?
Tanyakanlah pada keutuhan dan kesedihan kalian
Pasti jawaan akan lain
Dengan kewajaran
Kewajaran
Seperti anak-anak
Yang bertanya
Apakah ini apakah itu
Tetapi semuanya adalah proses belajar
Untuk mengenal bentuk-bentuk
Mengenal bayangan-bayangan
Mengenal cermin-cermin
Inilah kitab cermin
Seribu cermin
Karena satu serupa dengan seribu
Marilah saling berbantah
Marilah saling bertempur
Marilah saling menyalahkan
Maka anda akan menjadi ada
Ada karena ketiadaan
Ketiadaan karena ketiadaan tiada
Adalah yang hanya ada
Demi kata-kata pujian
Bangsat mana yang mencintai kentut?
Mereka yang bersyair dengan merdu
Mencari angkasa raya
Yang luarbiasa bening
Demikianlah juga kentut
Juga bening
Semestinya angkasa belajar dari angkasa kecil itu
Yang bukan bangsat
Mencintai kentut
Yang bangsat
Tidak mencintai kentut
Robohlah segala kuil-kuil
Yang ada di luar
Maupun di dalam hati
Robohlah kebenaran
Dan keadilan
Dan juga kasih sayang
Robohlah juga mereka yang menentang ketidakadilan
Siapa yang tidak akan roboh?
Segala mahluk pasti akan roboh
Bahkan yang abadi pun
Pasti akan roboh
Kepastian
Siapa yang bisa mendua?
Kepastian
Hanya milik mereka
Yang tidak mengenal duka
Siapa yang tak mengenal duka
Tak akan menjadi bijaksana
Bagaimana mengenal duka?
Rasakanlah duka
Rusaklah segala yang bisa dirusak
Peliharalah kerusakan
Mengapa kerusakan adalah bukan kerusakan?
Siapa yang tidak peduli?
Atau peduli?
Kita mestinya percaya
Tak ada yang benar-benar penuh
Atau kosong
Tiada yang penuh
Tiada yang kosong
Tiada yang separuh-separuh
Atau hanya sedikit
Bahkan banyak
Tiada yang jelas
Dan pasti
Atau tetap
Inilah kitab cermin
Yang tanpa cermin
Karena cermin yang memantulkan sesuatu
Adalah bukan cermin
Ribuan nyawa
Berlalu dalam perang
Ribuan cinta
Berkumandang dalam perang
Tertawa bergelak-gelak
Mencari mayat-mayat
Saudara dan lawan
Demikianlah perang bermula
Dan berakhir
Dalam mula
Robohlah kata-kata
Robohlah makna
Robohlah kenyataan
Dan bayangan
Burung-burung kecil
Terbang dalam badai
Bernyanyi riang
Walau nyawa hanya sebersit kecil
Demikianlah juga manusia
Berlalu lalang dalam kendaraannya
Menentang alam
Seperti badai
Dalam sebersit nyawa
Tuntutlah ilmu sampai ke dalam dirimu sendiri
Dapatkan pengetahuan hingga ke kerak neraka
Dapatkan nafsumu menggelegak
Itulah jatidirimu
Dari abu ke abu
Dari kosong ke kosong
Dari isi ke isi
Tapi tak ada yang asli
Air suci dicampur kencing
Adalah bukan air kencing yang tidak suci
Air kencing suci dicampur air biasa
Adalah bukan air biasa yang suci
Biarkan tai bercampur dengan emas
Ketika menjadi pusaka
Adalah beban bagi surga
Biarkan surga dan neraka saling berbagi wilayah
Surga milik neraka adalah neraka yang tidak indah
Neraka yang indah adalah milik surga
Yang menurun kualitasnya
Janji-janji ditepati
Oleh manusia
Dewa
Setan
Dan semua jenis siluman
Karma dan nasib
Dibagikan secara rata
Oleh tuhan
Dengan cara memejamkan mata
Sudut hari terlupa
Huru hara
Subuh
Dingin
Memikat kematian
Rombongan malaikat maut
Menaiki roda-roda nasib
Bekerja sesuai pesan
Mencari korban
Demikianlah kenyataan
Dibayangkan
Zombie yang percaya
Biarlah menjadi zombie yang percaya
Zombie yang tidak percaya
Tidak lagi menjadi zombie
Bagaimana cara orang bisa membela kemanusiaan?
Dengan nyawanya
Dengan kekerasan
Dengan membantai musuhnya
Runtuhlah semua peradaban
Runtuhlah semua keyakinan
Peradaban hanyalah keyakinan
Putih bukanlah putih
Roda ajaran
Memutuskan tali nasib
Menjadikannya mandiri
Dan dunia pun tetap tertawa
Dalam tangis
Menangislah wahai burung-burung bebas
Tertawalah ayam-ayam dalam sangkar
Cobalah membunuh diri kalian
Seperti manusia
Siapa yang bisa menafikan mimpinya
Adalah yang agung
Yang agung
Adalah penafi kenyataan
Kekayaan dalam perutmu
Kekuasaan dalam kepalamu
Tentara dalam hatimu
Rakyat dalam taimu
Coba renungkan
Satu ditambah satu adalah dua
Dua dikurangi satu adalah satu
Apel satu dimakan dua
Menjadi dosa asal
Manusia memang berdosa
Karena ia punya iman
Maka berimanlah
Agar kamu ingat akan neraka
Dengan ingat neraka
Maka neraka ada
Terjerumuslah sebagian di antara kalian
Di dalamnya
Oh berkuasalah para raja
Hiduplah selamanya para kaisar
Jayalah para mullah
Biarkan dunia runtuh
Menjadi debu
Agar kita bisa bercermin
Menemukan luka
Yang asli
Dari diri
Di luar ada dalam
Di dalam ada luar
Di tengah ada pinggir
Di pinggir ada tengah
Di atas ada bawah
Di bawah ada atas
Bergeraklah diam
Diamlah gerak
Minumlah api
Makanlah udara
Hisaplah tanah
Lupakan lupa
Lupakan lupa
Lupakan ingat
Lupakan diri
Lupakan orang lain
Lupakan tujuan
Lupakan hutang
Lupakan nasib
Terpujilah para ular
Bisa yang memuaskan nyawa
Lenyap melayang
Jauh ke awan
Terpujilah para ular
Yang menerkam tikus
Masuk ke perutnya yang melingkar
Membutakan nyawa
Membutakan perjuangan hidup
Najis
Taka da yang lebih najis
Dari yang suci murni
Najis
Najislah najis
Biarlah ia menjadi demikian menyenangkan
Dan layak dinikmati
Najis
Biarlah tak ada yang bisa dicuci kembali
Dalam ketakutan akan dosa
Dan kekototoran
Biar
Biarlah dunia semua menjadi najis
Biarlah tak ada yang bersembunyi
Dalam jubah kesucian
Terpujilah para najis
Terpujilah kekotoran
Terpujilah yang berbau memuakkan
Taiku tahi suci
Kencingku kencing suci
Inilah kitab cermin
Yang kelihatan tak berharga
Karena ia najis
Dan bukan untuk mereka
Yang sombong
Pecinta surga
Kalian memang sombong
Hanya menimbulkan duka
Bagi orang lain
Oh para suci
Yang menggenggam pedang
Berlumur darah
Mencengkeram gurat-gurat kata
Penuh ancaman
Dan berteriak atas nama kesucian
Betapa menyedihkannya
Kalian semua
Kibarlah yang bisa dituduh
Menjadi tertuduh
Dan biarlah hukuman
Dilampaui
Tak ada duka
Tak ada lara
Tak ada pertanyaan
Karena para hakim
Adalah para penipu ulung
Daun-daun berguguran di musim salju
Perih
Saat matahari melampaui cakrawala
Perih
Bentangan pegunungan berselimut kabut
Perih
Menunda kemunafikan
Menunda persahabatan
Menunda surga
Mencari neraka
Tong kosong
Memang berbunyi nyaring
Tong kosong
Memang berbunyi merdu
Hargailah nada
Hargailah lagu
Tak ada tong kosong
Tak ada kehidupan
Tak ada keindahan
Desir angin
.....badai....
Binatang
Bernama manusia
Manusia
Bernama tuhan
Dalam gua-gua rahasia
Upacara tersembunyi terjadi
Dihujat oleh mereka
Yang tak mau
Ada perbedaan
Demikianlah keyakinan-keyakinan
Membawa kehidupan
Menjadi bencana
Di dalam bumi
Bergetar kekuatan dahsyat
Api!
Membakar dirinya sendiri
Di atas tanah
Semua yang tumbuh
Menjadi busuk
Bahkan ketika mereka masih hidup
Tumbuh
Tumbuhlah kehidupan
Tunggulah kematian
Dengan tawamu
Awan-awan membawa petir
Menghunjam pohon-pohon
Dan penangkal petir
Demikianlah kekuatan lenyap
Dan bangkit lagi
Karena kebengisannya
Bola kristal
Menangkap masa depan
Dalam rangkulan
Uang receh
Hidup
Seperti permainan kartu
Jalan
Bersih
Kotor
Jalan sumur
Air bersih
Selalu mengandung kutu
Dan jentik-jentik
Hitunglah hari
Satu demi satu
Jam demi jam
Detik demi detik
Hitunglah perubahan
Yang tak terhitungkan
Nikmatilah
Ketidaktahuan
Sesat
Tidaklah membawa kebinasaan
Sesat
Membawa kita
Pada kesempatan lain
Sesat
Memperlihatkan
Pemandangan yang berbeda
Sesat
Adalah jalan yang benar
Dalam kosong ada isi
Dalam isi
Ada tai
Dalam tai
Ada kosong
Dalam kosong
Ada uang
Bebaskan diri
Bebaskan tanpa ragu
Rasakan nikmatnya
Sensasi petualangan
Menikmati segala dunia
Yang sudah diatur
Oleh para orang kaya
Luar biasa
Hebat!!
Kesaktian orang-orang yang bersuci
Menciptakan kota-kota
Mengatur pemerintahan
Menindak para penjahat
Mengganjar para rakyat
Menyantuni anak yatim
Menghargai para budak
Membikin mereka
Kaya
Semakin kaya
Makin demikian kaya
Dan berkuasa
Makin berkuasa
Menjadi luarbiasa kaya
Dan jahat
Rongga-rongga negara
Rongga-rongga keju
Dalam kosong
Ada keju
Makan tomat
Makan apel
Dalam jiwa yang sehat
Terdapat kekejaman juga
Ahli sejarah
Berfihak pada yang menang
Karena merekalah yang bisa membayar
Dan memberi hukuman
Hukum-hukum
Semuanya palsu
Hanya berisi kepalsuan
Kebenaran palsu
Tata tertib palsu
Hanya berteguh
Pada siapa yang menang
Menentukan aturan
Rombongan kaisar
Rombongan presiden
Rombongan penjilat
Para pencari berita
Mendapatkan berita bohong
Dalam kebenaran
Ilmu padi
Makin merunduk
Makin menyembunyikan kesombongan
Dalam pangkat
Tersembunyi ketakutan
Dalam kekayaan
Tersimpan kemiskinan
Dalam kebijaksanaan
Bersemayam dendam
Makanan
Minuman
Membuat tubuh sehat
Dan segar
Adu domba
Tipu muslihat
Membuat tubuh sehat
Dan segar
Semua kitab
Akan rusak dan koyak
Oleh zaman
Dan otak yang pelupa
Semua kita
Akan disanggah
Oleh keyakinan yang baru
Dan sombong
Semua kitab
Juga berisi kesombonan
Semua yang sombong
Memikul kerentaan
Dalam umurnya
Meniru alam
Menaklukkan alam
Takluk oleh alam
Ditiru oleh alam
Alam meniru kekejaman mahluk
Alam menjadi penyimpan fikiran
Fikiran
Hanyalah dendam
Tertawalah wahai orang pandai
Karena kepandaian memuat kebijaksaan seperti setan linglung
Tertawalah wahai oran pandai
Karena kebenaran seperti setan linglung
Tertawalah wahai orang pandai
Karena beban dosa
Telah dilupakan jauh
Tertawalah wahai orang pandai
Alam bisa ditiru
Tuhan bisa digugat
Dan kebenaran bisa dibalik
Tertawalah wahai oran pandai
Tertawalah saja
Sampai mampus
Payung rusak
Lebih berhara dibanding istana mewah
Pakaian bobrok
Lebih berharga dibanding semua hiasan permata
Rumput liar
Lebih enak dibandingkan semua hidangan raja
Jika itu milikku
Kodok buduk hijau
Belajar mengaum
Semua gajah
Ketakutan
Dan lari serabutan
Memijaknya gepeng
Kodok hijau temannya mengaum
Semua gajah berlari ketakutan
Serabutan
Kodok buduk selamat dari pijakan
Dengan bangga
Menjadi pendekar kodok
Lawanlah hati
Jika bersedih
Lawanlah hati
Jika gembira
Lawanlah hati
Jika marah
Lawanlah hati
Jika sedang takut
Lawanlah hati
Jika sedang bingung
Lawanlah hati
Dengan hati
Tertundanya ledakan dunia
Membikin semua mahluk lupa
Lupa memang obat mujarab
Yang harus kita pelihara
Dengan lupa maka semua mahluk akan bahagia
Bahagia untuk sementara
Dengan ingat maka semua mahluk akan menderita
Menderita sementara
Dengan hilangnya penderitaan
Lupa pun bangkit
Kita menguasai nyawa
Kita menguasai kehidupan
Kita adalah abadi
Tuhan bagi diri sendiri
...lupa...
Memang indah
Kutukan banyak kehidupan
Meregang nyawa
Menuai kebisuan
Menjajah kehendak
Melampaui gunung-gunung kasih sayang
Menembus cakrawala keheningan
Kebebasan
Adalah tanda
Seorang yang bisa mati
Kehidupan pasti mati
Hanya cara-cara dan waktu
Yang membedakannya
Maka kematian
Adalah kebenaran
Yang licik
Lawanlah kematian
Lawanlah kenyataan
Carilah hidup abadi
Dengan berbagai macam pasir
Hati akan merekatkan nyawa
Hingga malaikat maut
Harus memakai tatah dulu
Untuk merebutnya
Ia pun akan berebur emas
Hingga lupa akan tugasnya
Siapa yang mencipta hati?
Apakah tuhan?
Ataukah dewa kehidupan?
Mengapa cinta selalu menuntut?
Hidup gagal tetap menimbulkan cinta
Jalan keberhasilan adalah jalan cinta
Jalan kebencian juga cinta
Bahkan keraguan dan kepengecutan
Juga cinta
Cinta diri
Cinta abadi
Demikian kata orang
Kesesatan
Adalah ciri
Dari cinta diri
Kebijaksanaan
Adalah ciri dari ketiadaan cinta diri
Yang semu
Namun tersembunyi
Nyawa dibayar nyawa
Tangan dibayar tangan
Mata dibayar mata
Hakim menjatuhkan putusan
Masyarakat menerima
Dengan kagum
Nyawa pun hilang silih berganti
Benar
Luapkanlah sungai-sungai
Yang melindungi dusun-dusun permai
Hingga semua ocehan manusia dan kerbau
Lenyap adanya
Menjadi lengang
Dan menangislah kalian
Untuk diri sendiri
Tambahkan garam
Ke dalam luka
Maka akan terasa
Sakit
Yang bisa dinikmati
Dengan tangis
Sesat-sesatlah para mahluk
Seperti nenek moyang setiap mahluk
Dan anak cucu setiap mahluk
Saling berbagilah
Darah dan bunga
Dan berteriaklah
Menikmati suara-suara musik
Merdu dan tidak merdu
Semuanya membikin bergoyang jiwa
Gila dalam kemabukan
Arak dan api dalam hati
Janganlah menunjukkan jati diri
Kepada tuhan
Beritahu dia
Mengenai sedikit hal saja
Mengenai kesukaanmu
Arak sungguh panas di mulut
Lebih panas di perut
Dan di aliran darah
Sungguh hebat nasib arak
Dinikmati dan dicaci
Demikianlah kehidupan
Barang yang terhormat
Segala yang jinak
Tetaplah liar
Biarpun membudak
Tetapi tersembunyi kemerdekaan
Tutupkah hati
Jadikan bom waktu
Hingga semuanya
Akan meledak sewaktu-waktu
Membuktikan
Bahwa kehidupan
Adalah sebuah kemerdekaan
Yang meluap-luap
Ketakutan
Adalah unik
Seunik madu
Dicampur racun
Tak ada yang lebih unik
Dibanding madu beracun
Atau racun bermadu
Demikianlah para mahluk
Menilai orang lain
Bukan dirinya sendiri
Jangan lupakan hutangmu
Lupakanlah saja hutangmu
Rebut hutangnya
Bayarlah dengan nyawanya sendiri
Luruhlah luruh
Tangguh yang dulu
Kini ketakutan datang
Mencari teman
Cipta ciptalah diri terakhir
Regangkan nyawa
Dalam kubangan darah kebenaran
Tenggelam dalam surga
Memberi makan kepada tuhan
Lemparkan hari
Lontarkan malam
Bantinglah petang
Sekaplah pagi
Putarlah roda-roda ketetapan
Dan kemandegan
Seperti semua raja dan presiden
Bermimpi
Semua yang benar memang salah
Semua yang benar sungguh salah
Semua yang benar
Benar-benar salah
Semua yang kalah
Benar-benar menang
Semua yang menang
Benar-benar mencari kekalahan
Dan memang kalah
Karena benar
Dan salah
Inilah kesalahan
Cara berfikir
Yang semestinya
Dijaga
Oleh mahluk yang muda
Dan renta
Dan sedang tumbuh
Oleh keyakinan
Jika tidak percaya
Maka kalian akan selamat sejahtera
Jika kalian percaya
Maka kalian akan terjerumus
Dalam kesesatan dan penderitaan
Apa saja yang tidak boleh dipercaya?
Apa saja
Kenapa harus membaca?
1 komentar:
halo Ralai Margono.
Blog yg Menarik!
Yak, Kebenaran itu relatif, tapi Kebebasan itu mutlak.
Kebebasan memang di atas semua kebenaran.
salam,
aant_subhansyah@yahoo.com
Posting Komentar