Senin, 19 November 2007

Kitab 1000 Cermin

KITAB SERIBU CERMIN

OLEH BOEDHI MARGONO

boedhimargono@gmail.com



Inilah kitab cermin seribu

Seribu kitab cermin

Cermin seribu kitab

Juga cermin kitab seribu


Cermin dipecah adalah cermin

Cermin direkat adalah cermin

Saat dibubuk menjadi pasir

Demikianlah kita harus bercermin

Pada pasir


Remuk

Adalah

Sempurna


Kolam indah menjadi cermin

Meluangkan wajah yang bergoyang

Kenyataan memang harus bergoyang

Sebelum diguncang


Tidak ada benar dan salah yang abadi

Yang abadi adalah ketiadaan yang tiada juga

Kekuasaan yang menimbulkan kesalahan dan kebenaran

Hanya berumur sebersit


Kekuasaan harus dibasmi

Dibasmi karena ada kebenaran

Kebenaran berawal dari kekuasaan

Berakhir dengan kekuasaan

Berkuasa dengan nafsu

Dan berakhir dengan nafsu


Yang melawan nafsu adalah nafsu

Yang kalah oleh nafsu adalah nafsu

Yang ribut dengan nafsu

Ributlah saja


Kuda hitam bukan kuda hitam

Ia adalah bukan kuda

Ia adalah bukan hitam

Ia adalah bukan ia

Dan yang bukan ia adalah mungkin ia


Kuda adalah tipuan

Seperti troya pernah tertipu


Kebenaran pun adalah tipuan

Seperti kita selalu tertipu


Kita sang kota troya

Selalu tertipu oleh kebenaran dan kuda


Segala yang bisa dianggap mungkin

Jangan dianggap benar

Yang dianggap benar

Pastilah hanya kemungkinan

Cahaya bukan cahaya

Ia adalah tipuan dari kegelapan

Kegelapan bukanlah kegelapan

Ia adalah tipuan dari cahaya

Cahaya dan kegelapan selalu menipu

Maka hiduplah dalam keremangan

Pagi dan petang


Kabar dari langit

Kabar dari dewa

Kabar dari tuhan

Semesta adalah hukuman


Kabar dari kesalahan

Kabar dari norma

Segala kubur mereka yang disucikan

Oleh norma dan kemenangan

Semua ada batasnya

Hanya sesaat setelah sejarah terlupa

Zaman dilindas oleh alam

Yang tak mengenal dirinya sendiri sebagai alam


Alam bukan alam

Karena ia tak menyebutnya demikian

Ia adalah akhirat

Yang bersembunyi dalam perubahan


Semoga kebohongan bisa membuat orang-orang tertawa

Dalam kemengertian

Karena kebohongan yang diangap berhasil

Selalu membuat kagum dan takluk

Bukan tawa


Yang kecil

Adalah yang seharusnya menjadi dasar

Yang puncak

Semestinya adalah raksasa

Demikianlah agar struktur itu terguling

Dengan sendirinya


Raja dan presiden

Semuanya lalim

Karena ia menjadi nama


Yang bernamalah

Yang lalim

Yang tak bernama

Dialah yang dilalimi


Yang bernama

Tak layak disembah

Yang tak bernama

Hanya menyembah dirinya sendiri


Yang menyembah diri sendiri

Menyembah kesedihan

Yang menyembah mereka yang bernama

Adalah yang selalu mencari gembira


Mencari gembira

Pura-pura sedih

Pura-pura tergantung

Pada kehendak yang raksasa

Pura-pura

Sedemikian sedihnya


Tak ada kabar

Dari kehidupan

Tak ada kehidupan yang menuntut kehidupan

Hanya kematian yang menuntut kehidupan

Demikianlah kebenaran

Menuntut kesalahan

Dan dari semuanya

Kesalahan mengalir

Seperti anak sungai

Seperti ular

Yang meninabobokkan penguasa tunggal


Kekuasaan tunggal

Semestinya menjadi lalim

Segala yang lalim

Semestinya disanggah

Sanggahlah mereka yang lalim


Siapakah yang lalim?

Mengapa kekuasaan selalu lalim?


Segala yang lalim akan menjadi berkuasa

Segala yang berkuasa akan menjadi lalim

Kenapa kenyataan ini tak anda ketahui semua?


Kenapa kelaliman dan kekuasaan adalah seperti telur dan ayam?

Di dalamnya terdapat dasar dari kehidupan

Tetapi kehidupan yang mati


Kehidupan yang mati membutuhklan kematian-kematian

Demikianlah kebenaran bertahan hidup

Seperti drakula


Para mangsa dan budak seperti zombi

Zombie yang masih berdarah

Dan menyerah


Apakah menyerah berarti kalah?

Agaknya kekalahan adalah sebuah peristiwa lazim

Karena diantara pembunuh

Pasti ada mangsa yang pasrah untuk dibunuh


Di manakah cinta?

Di dalam batin

Di dalam kasih sayang

Di antara kebuasan


Di mana ada kebencian?

Di antara benci

Kebuasaan

Dan kelemahlembutan


Adalah inti

Ada

Di dalam gerak


Di mana ada gerak?

Dalam ketidakmengertian yang mendalam dan asli

Apakah keaslian?

Keaslian mungkin tidak ada

Hanya yang bukan asli

Yang bisa kita sebut

Dan kenali


Apakah ketidakaslian

Kebohongan

Keburukan

Kejahatan

Bisa diketahui?

Tidak

Hanya dengan menyebutkan kesedihan dan kegembiraan

Segala yang membuatnya

Adalah mereka


Demikianlah segala sesuatu adalah kebusukan?

Tidak

Karena siapa yang bisa menyebutkan seluruh dunia?

Dan menyebutkan segala sesuatu yang sudah usang

Adalah bukan asli?


Bahasa adalah keusangan yang setiap kali asli

Setiap kali adalah kebohongan

Tak ada maaf bagi keaslian


Tuhan,

Sambutlah namaku

Dalam hatiku

Masih ingatkah kau akan namaku?

Apakah sering kau menyebut diriku?

Jika engkau pelupa

Atau sibuk?

Kenapa tak kau akui ?


Kekuasaan adalah lupa

Yang berkuasa selalu lupa

Pasti lupa

Kekuasaan adalah lupa


Kebenaran berarti kekuasaan

Disanalah keduanya saling membelit

Dan semuanya adalah palsu

Palsukanlah sebaai keaslian

Di sana segalanya bisa dijual

Demi perut yang lapar

Dan hati yang emar akan harta dan kekuasaan


Tak ada gunanya berdebat untuk kebenaran

Kebenaran sudah usang

Seperti kain yang baru disulam

Oleh seribu bidadari


Keindahan adalah usang

Keburukan adalah yang bagus

Dan indah

Dan hebat

Dan perlu dicamkan dalam hati


Hati yang dimabuk oleh derma

Yang membuat pertapaan menjadi bencana

Di dalam perut ada kotoran

Di dalam otak ada kotoran

Dalam doa pun ada kotoran

Dalam kesucian

Kotoran menumpuk

Menjadi kesucian


Kesucian dicari

Kesucian berlalu

Kesucian bertalu-talu

Kebenaran dan kekucian

Demikianlah kekuasaan


Kekuasaan berarti kematian bagi yang lain

Tak layak untuk dibantah

Demikianlah dunia

Tak layak untuk disanggah

Demikianlah sejarah

Tak pernah tertidur

Berjuang melawan alam


Alam semesta seperti mandiri

Dan manusia juga seperti mandiri

Dan tuhan juga seperti tidak ada

Benarkah demikian?

Tanyakanlah pada keutuhan dan kesedihan kalian

Pasti jawaan akan lain

Dengan kewajaran


Kewajaran

Seperti anak-anak

Yang bertanya

Apakah ini apakah itu

Tetapi semuanya adalah proses belajar

Untuk mengenal bentuk-bentuk

Mengenal bayangan-bayangan

Mengenal cermin-cermin


Inilah kitab cermin

Seribu cermin

Karena satu serupa dengan seribu


Marilah saling berbantah

Marilah saling bertempur

Marilah saling menyalahkan

Maka anda akan menjadi ada


Ada karena ketiadaan

Ketiadaan karena ketiadaan tiada

Adalah yang hanya ada

Demi kata-kata pujian


Bangsat mana yang mencintai kentut?

Mereka yang bersyair dengan merdu

Mencari angkasa raya

Yang luarbiasa bening

Demikianlah juga kentut

Juga bening

Semestinya angkasa belajar dari angkasa kecil itu


Yang bukan bangsat

Mencintai kentut

Yang bangsat

Tidak mencintai kentut


Robohlah segala kuil-kuil

Yang ada di luar

Maupun di dalam hati

Robohlah kebenaran

Dan keadilan

Dan juga kasih sayang

Robohlah juga mereka yang menentang ketidakadilan


Siapa yang tidak akan roboh?

Segala mahluk pasti akan roboh

Bahkan yang abadi pun

Pasti akan roboh


Kepastian

Siapa yang bisa mendua?

Kepastian

Hanya milik mereka

Yang tidak mengenal duka

Siapa yang tak mengenal duka

Tak akan menjadi bijaksana


Bagaimana mengenal duka?

Rasakanlah duka


Rusaklah segala yang bisa dirusak

Peliharalah kerusakan

Mengapa kerusakan adalah bukan kerusakan?

Siapa yang tidak peduli?

Atau peduli?

Kita mestinya percaya

Tak ada yang benar-benar penuh

Atau kosong


Tiada yang penuh

Tiada yang kosong

Tiada yang separuh-separuh

Atau hanya sedikit

Bahkan banyak

Tiada yang jelas

Dan pasti

Atau tetap


Inilah kitab cermin

Yang tanpa cermin

Karena cermin yang memantulkan sesuatu

Adalah bukan cermin


Ribuan nyawa

Berlalu dalam perang

Ribuan cinta

Berkumandang dalam perang

Tertawa bergelak-gelak

Mencari mayat-mayat

Saudara dan lawan

Demikianlah perang bermula

Dan berakhir

Dalam mula


Robohlah kata-kata

Robohlah makna

Robohlah kenyataan

Dan bayangan


Burung-burung kecil

Terbang dalam badai

Bernyanyi riang

Walau nyawa hanya sebersit kecil

Demikianlah juga manusia

Berlalu lalang dalam kendaraannya

Menentang alam

Seperti badai

Dalam sebersit nyawa


Tuntutlah ilmu sampai ke dalam dirimu sendiri

Dapatkan pengetahuan hingga ke kerak neraka

Dapatkan nafsumu menggelegak

Itulah jatidirimu


Dari abu ke abu

Dari kosong ke kosong

Dari isi ke isi

Tapi tak ada yang asli


Air suci dicampur kencing

Adalah bukan air kencing yang tidak suci

Air kencing suci dicampur air biasa

Adalah bukan air biasa yang suci


Biarkan tai bercampur dengan emas

Ketika menjadi pusaka

Adalah beban bagi surga


Biarkan surga dan neraka saling berbagi wilayah

Surga milik neraka adalah neraka yang tidak indah

Neraka yang indah adalah milik surga

Yang menurun kualitasnya


Janji-janji ditepati

Oleh manusia

Dewa

Setan

Dan semua jenis siluman


Karma dan nasib

Dibagikan secara rata

Oleh tuhan

Dengan cara memejamkan mata


Sudut hari terlupa

Huru hara

Subuh

Dingin

Memikat kematian


Rombongan malaikat maut

Menaiki roda-roda nasib

Bekerja sesuai pesan

Mencari korban

Demikianlah kenyataan

Dibayangkan


Zombie yang percaya

Biarlah menjadi zombie yang percaya

Zombie yang tidak percaya

Tidak lagi menjadi zombie


Bagaimana cara orang bisa membela kemanusiaan?

Dengan nyawanya

Dengan kekerasan

Dengan membantai musuhnya


Runtuhlah semua peradaban

Runtuhlah semua keyakinan

Peradaban hanyalah keyakinan

Putih bukanlah putih


Roda ajaran

Memutuskan tali nasib

Menjadikannya mandiri

Dan dunia pun tetap tertawa

Dalam tangis


Menangislah wahai burung-burung bebas

Tertawalah ayam-ayam dalam sangkar

Cobalah membunuh diri kalian

Seperti manusia


Siapa yang bisa menafikan mimpinya

Adalah yang agung

Yang agung

Adalah penafi kenyataan


Kekayaan dalam perutmu

Kekuasaan dalam kepalamu

Tentara dalam hatimu

Rakyat dalam taimu


Coba renungkan

Satu ditambah satu adalah dua

Dua dikurangi satu adalah satu

Apel satu dimakan dua

Menjadi dosa asal


Manusia memang berdosa

Karena ia punya iman

Maka berimanlah

Agar kamu ingat akan neraka

Dengan ingat neraka

Maka neraka ada

Terjerumuslah sebagian di antara kalian

Di dalamnya


Oh berkuasalah para raja

Hiduplah selamanya para kaisar

Jayalah para mullah

Biarkan dunia runtuh

Menjadi debu


Agar kita bisa bercermin

Menemukan luka

Yang asli

Dari diri


Di luar ada dalam

Di dalam ada luar

Di tengah ada pinggir

Di pinggir ada tengah

Di atas ada bawah

Di bawah ada atas

Bergeraklah diam

Diamlah gerak

Minumlah api

Makanlah udara

Hisaplah tanah

Lupakan lupa


Lupakan lupa

Lupakan ingat

Lupakan diri

Lupakan orang lain

Lupakan tujuan

Lupakan hutang

Lupakan nasib


Terpujilah para ular

Bisa yang memuaskan nyawa

Lenyap melayang

Jauh ke awan


Terpujilah para ular

Yang menerkam tikus

Masuk ke perutnya yang melingkar

Membutakan nyawa

Membutakan perjuangan hidup


Najis

Taka da yang lebih najis

Dari yang suci murni


Najis

Najislah najis

Biarlah ia menjadi demikian menyenangkan

Dan layak dinikmati


Najis

Biarlah tak ada yang bisa dicuci kembali

Dalam ketakutan akan dosa

Dan kekototoran


Biar

Biarlah dunia semua menjadi najis

Biarlah tak ada yang bersembunyi

Dalam jubah kesucian


Terpujilah para najis

Terpujilah kekotoran

Terpujilah yang berbau memuakkan


Taiku tahi suci

Kencingku kencing suci


Inilah kitab cermin

Yang kelihatan tak berharga

Karena ia najis

Dan bukan untuk mereka

Yang sombong


Pecinta surga

Kalian memang sombong

Hanya menimbulkan duka

Bagi orang lain


Oh para suci

Yang menggenggam pedang

Berlumur darah

Mencengkeram gurat-gurat kata

Penuh ancaman

Dan berteriak atas nama kesucian

Betapa menyedihkannya

Kalian semua


Kibarlah yang bisa dituduh

Menjadi tertuduh

Dan biarlah hukuman

Dilampaui

Tak ada duka

Tak ada lara

Tak ada pertanyaan

Karena para hakim

Adalah para penipu ulung


Daun-daun berguguran di musim salju

Perih

Saat matahari melampaui cakrawala

Perih

Bentangan pegunungan berselimut kabut

Perih


Menunda kemunafikan

Menunda persahabatan

Menunda surga

Mencari neraka


Tong kosong

Memang berbunyi nyaring

Tong kosong

Memang berbunyi merdu

Hargailah nada

Hargailah lagu

Tak ada tong kosong

Tak ada kehidupan

Tak ada keindahan


Desir angin

.....badai....


Binatang

Bernama manusia

Manusia

Bernama tuhan


Dalam gua-gua rahasia

Upacara tersembunyi terjadi

Dihujat oleh mereka

Yang tak mau

Ada perbedaan

Demikianlah keyakinan-keyakinan

Membawa kehidupan

Menjadi bencana


Di dalam bumi

Bergetar kekuatan dahsyat

Api!

Membakar dirinya sendiri


Di atas tanah

Semua yang tumbuh

Menjadi busuk

Bahkan ketika mereka masih hidup


Tumbuh

Tumbuhlah kehidupan

Tunggulah kematian

Dengan tawamu


Awan-awan membawa petir

Menghunjam pohon-pohon

Dan penangkal petir

Demikianlah kekuatan lenyap

Dan bangkit lagi

Karena kebengisannya


Bola kristal

Menangkap masa depan

Dalam rangkulan

Uang receh


Hidup

Seperti permainan kartu


Jalan

Bersih

Kotor

Jalan sumur


Air bersih

Selalu mengandung kutu

Dan jentik-jentik


Hitunglah hari

Satu demi satu

Jam demi jam

Detik demi detik

Hitunglah perubahan

Yang tak terhitungkan

Nikmatilah

Ketidaktahuan


Sesat

Tidaklah membawa kebinasaan

Sesat

Membawa kita

Pada kesempatan lain

Sesat

Memperlihatkan

Pemandangan yang berbeda

Sesat

Adalah jalan yang benar


Dalam kosong ada isi

Dalam isi

Ada tai


Dalam tai

Ada kosong

Dalam kosong

Ada uang


Bebaskan diri

Bebaskan tanpa ragu

Rasakan nikmatnya

Sensasi petualangan

Menikmati segala dunia

Yang sudah diatur

Oleh para orang kaya


Luar biasa

Hebat!!

Kesaktian orang-orang yang bersuci

Menciptakan kota-kota

Mengatur pemerintahan

Menindak para penjahat

Mengganjar para rakyat

Menyantuni anak yatim

Menghargai para budak

Membikin mereka

Kaya

Semakin kaya

Makin demikian kaya

Dan berkuasa

Makin berkuasa

Menjadi luarbiasa kaya

Dan jahat


Rongga-rongga negara

Rongga-rongga keju

Dalam kosong

Ada keju


Makan tomat

Makan apel

Dalam jiwa yang sehat

Terdapat kekejaman juga


Ahli sejarah

Berfihak pada yang menang

Karena merekalah yang bisa membayar

Dan memberi hukuman


Hukum-hukum

Semuanya palsu

Hanya berisi kepalsuan

Kebenaran palsu

Tata tertib palsu

Hanya berteguh

Pada siapa yang menang

Menentukan aturan


Rombongan kaisar

Rombongan presiden

Rombongan penjilat


Para pencari berita

Mendapatkan berita bohong

Dalam kebenaran


Ilmu padi

Makin merunduk

Makin menyembunyikan kesombongan


Dalam pangkat

Tersembunyi ketakutan

Dalam kekayaan

Tersimpan kemiskinan

Dalam kebijaksanaan

Bersemayam dendam


Makanan

Minuman

Membuat tubuh sehat

Dan segar


Adu domba

Tipu muslihat

Membuat tubuh sehat

Dan segar


Semua kitab

Akan rusak dan koyak

Oleh zaman

Dan otak yang pelupa


Semua kita

Akan disanggah

Oleh keyakinan yang baru

Dan sombong


Semua kitab

Juga berisi kesombonan


Semua yang sombong

Memikul kerentaan

Dalam umurnya


Meniru alam

Menaklukkan alam

Takluk oleh alam

Ditiru oleh alam


Alam meniru kekejaman mahluk

Alam menjadi penyimpan fikiran

Fikiran

Hanyalah dendam


Tertawalah wahai orang pandai

Karena kepandaian memuat kebijaksaan seperti setan linglung

Tertawalah wahai oran pandai

Karena kebenaran seperti setan linglung

Tertawalah wahai orang pandai

Karena beban dosa

Telah dilupakan jauh

Tertawalah wahai orang pandai

Alam bisa ditiru

Tuhan bisa digugat

Dan kebenaran bisa dibalik

Tertawalah wahai oran pandai

Tertawalah saja

Sampai mampus


Payung rusak

Lebih berhara dibanding istana mewah

Pakaian bobrok

Lebih berharga dibanding semua hiasan permata

Rumput liar

Lebih enak dibandingkan semua hidangan raja

Jika itu milikku


Kodok buduk hijau

Belajar mengaum

Semua gajah

Ketakutan

Dan lari serabutan

Memijaknya gepeng


Kodok hijau temannya mengaum

Semua gajah berlari ketakutan

Serabutan

Kodok buduk selamat dari pijakan

Dengan bangga

Menjadi pendekar kodok


Lawanlah hati

Jika bersedih

Lawanlah hati

Jika gembira

Lawanlah hati

Jika marah

Lawanlah hati

Jika sedang takut

Lawanlah hati

Jika sedang bingung

Lawanlah hati

Dengan hati


Tertundanya ledakan dunia

Membikin semua mahluk lupa

Lupa memang obat mujarab

Yang harus kita pelihara


Dengan lupa maka semua mahluk akan bahagia

Bahagia untuk sementara

Dengan ingat maka semua mahluk akan menderita

Menderita sementara

Dengan hilangnya penderitaan

Lupa pun bangkit


Kita menguasai nyawa

Kita menguasai kehidupan

Kita adalah abadi

Tuhan bagi diri sendiri

...lupa...

Memang indah


Kutukan banyak kehidupan

Meregang nyawa

Menuai kebisuan

Menjajah kehendak

Melampaui gunung-gunung kasih sayang

Menembus cakrawala keheningan

Kebebasan

Adalah tanda

Seorang yang bisa mati


Kehidupan pasti mati

Hanya cara-cara dan waktu

Yang membedakannya

Maka kematian

Adalah kebenaran

Yang licik


Lawanlah kematian

Lawanlah kenyataan

Carilah hidup abadi

Dengan berbagai macam pasir


Hati akan merekatkan nyawa

Hingga malaikat maut

Harus memakai tatah dulu

Untuk merebutnya

Ia pun akan berebur emas

Hingga lupa akan tugasnya


Siapa yang mencipta hati?

Apakah tuhan?

Ataukah dewa kehidupan?


Mengapa cinta selalu menuntut?

Hidup gagal tetap menimbulkan cinta

Jalan keberhasilan adalah jalan cinta

Jalan kebencian juga cinta

Bahkan keraguan dan kepengecutan

Juga cinta


Cinta diri

Cinta abadi

Demikian kata orang


Kesesatan

Adalah ciri

Dari cinta diri


Kebijaksanaan

Adalah ciri dari ketiadaan cinta diri

Yang semu

Namun tersembunyi


Nyawa dibayar nyawa

Tangan dibayar tangan

Mata dibayar mata

Hakim menjatuhkan putusan

Masyarakat menerima

Dengan kagum

Nyawa pun hilang silih berganti

Benar


Luapkanlah sungai-sungai

Yang melindungi dusun-dusun permai

Hingga semua ocehan manusia dan kerbau

Lenyap adanya

Menjadi lengang

Dan menangislah kalian

Untuk diri sendiri


Tambahkan garam

Ke dalam luka

Maka akan terasa

Sakit

Yang bisa dinikmati

Dengan tangis


Sesat-sesatlah para mahluk

Seperti nenek moyang setiap mahluk

Dan anak cucu setiap mahluk


Saling berbagilah

Darah dan bunga

Dan berteriaklah

Menikmati suara-suara musik

Merdu dan tidak merdu

Semuanya membikin bergoyang jiwa

Gila dalam kemabukan

Arak dan api dalam hati


Janganlah menunjukkan jati diri

Kepada tuhan

Beritahu dia

Mengenai sedikit hal saja

Mengenai kesukaanmu


Arak sungguh panas di mulut

Lebih panas di perut

Dan di aliran darah


Sungguh hebat nasib arak

Dinikmati dan dicaci

Demikianlah kehidupan

Barang yang terhormat


Segala yang jinak

Tetaplah liar

Biarpun membudak

Tetapi tersembunyi kemerdekaan

Tutupkah hati

Jadikan bom waktu

Hingga semuanya

Akan meledak sewaktu-waktu

Membuktikan

Bahwa kehidupan

Adalah sebuah kemerdekaan

Yang meluap-luap


Ketakutan

Adalah unik

Seunik madu

Dicampur racun


Tak ada yang lebih unik

Dibanding madu beracun

Atau racun bermadu

Demikianlah para mahluk

Menilai orang lain

Bukan dirinya sendiri


Jangan lupakan hutangmu

Lupakanlah saja hutangmu

Rebut hutangnya

Bayarlah dengan nyawanya sendiri


Luruhlah luruh

Tangguh yang dulu

Kini ketakutan datang

Mencari teman


Cipta ciptalah diri terakhir

Regangkan nyawa

Dalam kubangan darah kebenaran

Tenggelam dalam surga

Memberi makan kepada tuhan


Lemparkan hari

Lontarkan malam

Bantinglah petang

Sekaplah pagi

Putarlah roda-roda ketetapan

Dan kemandegan

Seperti semua raja dan presiden

Bermimpi


Semua yang benar memang salah

Semua yang benar sungguh salah

Semua yang benar

Benar-benar salah

Semua yang kalah

Benar-benar menang

Semua yang menang

Benar-benar mencari kekalahan

Dan memang kalah

Karena benar

Dan salah

Inilah kesalahan

Cara berfikir

Yang semestinya

Dijaga

Oleh mahluk yang muda

Dan renta

Dan sedang tumbuh

Oleh keyakinan


Jika tidak percaya

Maka kalian akan selamat sejahtera

Jika kalian percaya

Maka kalian akan terjerumus

Dalam kesesatan dan penderitaan

Apa saja yang tidak boleh dipercaya?

Apa saja


Kenapa harus membaca?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

halo Ralai Margono.
Blog yg Menarik!
Yak, Kebenaran itu relatif, tapi Kebebasan itu mutlak.
Kebebasan memang di atas semua kebenaran.

salam,
aant_subhansyah@yahoo.com

SiteSearch Google

Google